MELAKUKAN EPISIOTOMI DENGAN ANESTESIA LOKAL


photogrid_1511156088542576822246.jpg

MELAKUKAN EPISIOTOMI DENGAN ANESTESIA LOKAL

Ingat: Episiotomi bisa dipertimbangkan hanya pada kasus-kasus:

 

  • Gawat janin
  • Persalinan pervaginam dengan penyulit (sungsang, distosia bahu, ekstraksi forseps, ekstraksi vakum)
  • Jaringan parut pada perineum atau vagina yang menghalangi kemajuan persalinan

Persiapan

  • Pertimbangkan indikasi-indikasi untuk melakukan episiotomi dan pastikan bahwa episiotomi tersebut penting untuk keselamatan dan kenyamanan ibu dan/atau bayi.
  • Pastikan bahwa semua perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan sudah tersedia dan dalam keadaan disinfeksi tingkat tinggi atau steril.
  • Gunakan teknik aseptik setiap saat (lihat Bab 1). Cuci tangan dan pakai sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi atau steril.
  • Jelaskan pada ibu mengapa ia memerlukan episiotomi dan diskusikan prosedurnya dengan ibu. Berikan alasan rasional pada ibu.

Memberikan anestesia lokal

 

Berikan anestesia lokal secara dini agar obat tersebut memiliki cukup waktu untuk mem-berikan efek sebelum episiotomi dilakukan. Episiotomi adalah tindakan yang menimbulkan rasa sakit dan menggunakan anestesia lokal adalah bagian dari asuhan sayang ibu.

  1. Jelaskan kepada ibu apa yang akan anda lakukan dan bantu dia untuk merasa rileks.
  2. Hisap 10 ml larutan lidokain 1% tanpa epinefrin ke dalam tabung suntik steril ukuran 10 ml (tabung suntik lebih besar boleh digunakan, jika diperlukan). Jika lidokain 1% tidak tersedia, larutkan 1 bagian lidokain 2% dengan 1 bagian cairan garam fisiologis atau air distilasi steril, sebagai contoh larutkan 5 ml lidokain dalam 5 ml cairan garam fisiologis atau air steril.
  3. Pastikan bahwa tabung suntik memiliki jarum ukuran 22 dan panjang 4 cm (jarum yang lebih panjang boleh digunakan, jika diperlukan).
  4. Letakkan dua jari ke dalam vagina di antara kepala bayi dan perineum.
  5. Masukkan jarum di tengah fourchette dan arahkan jarum sepanjang tempat yang akan di episiotomi.
  6. Aspirasi (tarik batang penghisap) untuk memastikan bahwa jarum tidak berada di dalam pembuluh darah. Jika darah masuk ke dalam tabung suntik, jangan suntikkan lidokain, tarik jarum tersebut keluar. Ubah posisi jarum dan tusukkan kembali.

Alasan:   Ibu bisa mengalami kejang dan bisa terjadi kematian jika lidokain disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

  1. Tarik jarum perlahan-lahan sambil menyuntikkan maksimum 10 ml lidokain.
  2. Tarik jarum bila sudah kembali ke titik asal jarum suntik ditusukkan. Kulit melembung karena anestesia bisa terlihat dan dipalpasi pada perineum di sepanjang garis yang akan dilakukan episiotomi.

Prosedur

  1. Tunda tindakan episiotomi sampai perineum menipis dan pucat, dan 3-4 cm kepala bayi sudah terlihat pada saat kontraksi.

Alasan:   Melakukan episiotomi akan ,nenyebabkan perdarahan; jangan melakukannya terlalu dini.

  1. Masukkan dua jari ke dalam vagina di antara kepala bayi dan perineum. Kedua jari agak direnggangkan dan berikan sedikit tekanan lembut ke arah luar pada perineum.

AlasanHal ini akan melindungi kepala bayi dari gunting dan meratakan perineum sehingga membuatnya lebih mudah diepisiotomi..

  1. Gunakan gunting tajam disinfeksi tingkat tinggi atau steril, tempatkan gunting di tengah tengah fourchette posterior dan gunting mengarah ke sudut yang diinginkan untuk me-lakukan episiotomi mediolateral (jika anda bukan kidal, episiotomi mediolateral yang dilakukan di sisi kiri lebih mudah dijahit). Pastikan untuk melakukan palpasi/ mengidentifikasi sfingter ani eksternal dan mengarahkan gunting cukup jauh kearah samping untuk rnenghindari sfingter.
  2. Gunting perineum sekitar 3-4 cm dengan arah mediolateral menggunakan satu atau dua guntingan yang mantap (Gambar. L2-2). Hindari “menggunting” jaringan sedikit demi
    sedikit karena akan menimbulkan tepi yang tidak rata sehingga akan menyulitkan penjahitan dan waktu penyembuhannya lebih lama.
  3. Gunakan gunting untuk memotong sekitar 2-3 cm ke dalam vagina.
  4. Jika kepala bayi belum juga lahir, lakukan tekanan pada luka episiotomi dengan di lapisi kain atau kasa disinfeksi tingkat tinggi atau steril di antara kontraksi untuk membantu mengurangi perdarahan.

AlasanMelakukan tekanan pada luka episiotomi akan menurunkan perdarahan.

  1. Kendalikan kelahiran kepala, bahu dan badan bayi untuk mencegah perluasan episio-tomi (lihat Bab 3).
  2. Setelah bayi dan plasenta lahir, periksa dengan hati-hati apakah episiotomi, perineum dan vagina mengalami perluasan atau laserasi, lakukan penjahitan jika terjadi perluasan episiotomi atau laserasi tambahan

source :apn

photogrid_1511156088542576822246.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s