RAHASIA KACANG UNTUK JANTUNG SEHAT

Kacang untuk Jantung Sehat

Selama ini banyak orang menghindari kacang karena kandungan lemaknya yang tinggi. Padahal kandungan lemak dalam kacang termasuk lemak ‘baik’. Bahkan, konsumsi kacang dapat memperbaiki kadar kolesterol darah serta menurunkan resiko hipertensi dan penyakit jantung1.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan seperti kacang almond, hazelnut, pecan, pistachio, walnut, macademia, dan kacang tanah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Adapun konsumsi 67 gram kacang per hari (sekitar setengah gelas) berakibat pada penurunan kadar kolesterol sebesar 5.1%, total LDL sebesar 7.4%, serta penurunan kadar trigliserida sebesar 10.2%1.
Kacang-kacangan dapat menurunkan kadar kolesterol LDL karena mayoritas lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh2. Selain itu, kacang pun kaya akan komponen bioaktif yang dapat menurunkan kolesterol seperti fitosterol, komponen fenolik, resveratrol, dan arginin. Tambahan lagi, kacang pun kaya akan protein, serat, serta mikronutrien seperti kalium, kalsium, magnesium, dan vitamin E yang diperlukan tubuh3.

Begitu banyak manfaat yang terkandung dalam kacang. Karena itu, konsumsilah kacang untuk melengkapi pola hidup sehat dan kesehatan jantung Anda!

References:

  1. Sabate, J., K. Oda, and E. Ros. 2010. Nut consumption and blood lipid levels. Arch Intern Med 170: 821-827.
  2. Hu, F.B. and M.J. Stampfer. 1999. Nut consumption and risk of coronary heart disease: A review of epidemiologic evidence. Current Atherosclerosis Reports 1: 204-209.
  3. Etherton, P.M., et. al. 2008. The role of tree nuts and peanuts in the prevention of coronary heart disease: Multiple potential mechanisms. The Journal of Nutrition 138: 1746S-1751S.

sumber : tropicanaslim.com

Advertisements

RAHASIA PANJANG UMUR (BAGIAN 2)

hidup sehat, diabetes, hipertensi

Negara di kawasan Mediterania seperti Yunani, Italia, Spanyol, Prancis, dan Portugal tidak hanya dikenal karena kecantikan alamnya tetapi juga karena penduduknya yang cenderung hidup sehat hingga usia tua1. Ingin tahu rahasia umur panjang mereka? Mari kita simak lebih lanjut!

  • The Healthy Olive
    Orang Mediterania sangat suka memasak atau membuat salad dengan minyak zaitun. Minyak zaitun atau olive oil kaya lemak tidak jenuh (MUFA & PUFA) serta vitamin E yang menurunkan risiko penyakit jantung. Tambahan lagi, mereka juga sangat sedikit mengonsumsi lemak jenuh seperti pada mentega atau gorengan2,3.
  • Eat your fruit and veggies!
    Ternyata Penduduk Kreta (Yunani) punya tingkat kematian 10 kali lebih rendah dibandingkan bagian timur Finlandia5! Rahasianya: makan 3-4 porsi buah dan 2-3 porsi sayur dalam sehari. Buah dan sayur kaya antioksidan flavonoid yang perangi radikal bebas sehingga baik bagi tubuh. Fun tips: selain dimakan segar, buah dan sayur dapat juga dikonsumsi sebagai salad dan pie3.
  • Drink your low-fat milk
    Ingin terus sehat? Kebiasaan orang Mediterania untuk minum susu rendah lemak setiap hari boleh dicoba. Sebagai variasi, bisa juga konsumsi keju dan yogurt 4,5.
  • Mammamia, pasta!
    Tingginya konsumsi pasta di Italia jadi salah satu resep panjang umur. Pasalnya, pasta memiliki nilai indeks glikemik sedang hingga rendah. Hasilnya, pasta tidak menaikkan gula darah secara cepat sehingga baik untuk diabetes4.
  • Fish for your heart
    Yuk makan ikan! Ikan adalah sumber protein yang baik serta kaya omega 3 yang baik untuk jantung. Tak heran penduduk Spanyol yang biasa makan ikan 4-5 porsi/minggu cenderung berumur panjang5!
  • Balance your life
    Tirulah penduduk pulau Ikaria di Yunani! Mereka biasa beraktivitas fisik, bersosialisasi, dan menghindari rokok. Semua hal ini membuat mereka memiliki tingkat stres yang rendah sehingga dipercaya menyebabkan penduduk pulau ini dikenal berusia panjang6.

Lain lagi dengan suku Yanomamo Indian di Amerika Selatan. Saat anggota suku yang tinggal di daerah perbatasan Brazil dan Venezuela tersebut diteliti, sangat jarang ditemukan orang yang memiliki kolesterol tinggi ataupun tekanan darah tinggi. Mengapa bisa? Suku Yanomamo rata-rata memiliki indeks massa tubuh yang normal dan hampir tidak ditemui anggota sukunya yang menderita obesitas. Tak heran, konsumsi lemak jenuhnya sangat sedikit, juga ditemukan tingginya konsumsi serat, aktivitas fisik yang tinggi dan konsumsi garam yang rendah7,8.

Nah, itu dia rahasia usia panjang dan sehat para penduduk di berbagai wilayah dunia. Bagaimana dengan Anda?

INGIN TAHU RAHASIA PANJANG UMUR ORANG OKINAWA?

Cek di: http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-1

References:

  1. Hu FB. 2003. The Mediterranean Diet and Mortality —Olive Oil and Beyond N Engl J Med348 (26): 2595-2596.
  2. Martínez-González MA and Sánchez-Villegas A. 2004. The emerging role of mediterranean diets in cardiovascular epidemiology: monounsaturated fats, olive oil, red wine or the whole pattern? European Journal of Epidemiology 19 (1): 9-13.
  3. Trichopoulou A, Vasilopoulou E. 2000. Mediterranean diet and longevity. British Journal of Nutrition 84 (2): S205 – S209.
  4. Trichopoulou A, Lagiou P. 1999. Healthy Traditional Mediterranean Diet: An Expression of Culture, History, and Lifestyle. Nutrition Reviews 55 (11): 383-389
  5. Rissanen TH, Sari Voutilainen S, Virtanen JK, Venho B, Vanharanta M, Mursu J and Salonen JT. 2003. Low Intake of Fruits, Berries and Vegetables Is Associated with Excess Mortality in Men: the Kuopio Ischaemic Heart Disease Risk Factor (KIHD) Study. J Nutr 133: 199–204.
  6. Panagiotakos DB, Chrysohoou C, Siasos G, Zisimos K, Skoumas J, Pitsavos C, and Stefanadis C. 2011. Sociodemographic and Lifestyle Statistics of Oldest Old People (>80 Years) Living in Ikaria Island: The Ikaria Study. Cardiology Research and Practice Feb 24: 679187.
  7. Mancilha-Carvalho JJ, Crews DE. 1990. Lipid Profiles of Yanomamo Indians of Brazil.Preventive Medicine 19: 66-75
  8. Mancilha-Carvalho JJ, Silva NAS. 2003. The Yanomami Indians in the INTERSALT Study. Arq Bras Cardiol 80 (3): 295-300

sumber : tropicanaslim.com

RAHASIA PANJANG UMUR (BAGIAN 1)

Rahasia Panjang Umur (Bagian 1)

Siapa yang tidak ingin panjang umur? Rasanya hampir semua orang ingin hidup sehat sampai usia lanjut, bahkan lebih dari 100 tahun. Hal yang cukup mustahil, mengingat angka harapan hidup penduduk dunia adalah 68 tahun. Namun bagi orang-orang Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), serta Loma Linda (California), hal tersebut tidak mustahil. Buktinya, usia penduduknya bisa mencapai 90 tahun, bahkan lebih dari 100 tahun5!

Apa rahasianya? Kali ini Tropicana Slim akan mengupas rahasia hidup sehat penduduk Okinawa.

Eating the Okinawa Way

Penduduk Okinawa merupakan orang yang paling panjang umur di Jepang dan mungkin di dunia1,3. Usia orang Okinawa dapat mencapai 100 tahun, bahkan lebih. Penyakit seperti diabetes, kanker, stroke dan penyakit jantung pun paling jarang dijumpai di sini3. Apa saja rahasia panjang umur orang Okinawa?

  • Let’s Go Low GI: Sumber karbohidrat utama orang Okinawa adalah ubi ungu Satsuma Imo yang kaya serat. Ubi ini punya nilai indeks glikemik rendah (Nilai IG 55). Hasilnya, ubi ini tidak menaikkan gula darah dengan cepat sehingga baik utk diabetes. Manfaat lainnya: ubi ini tinggi vitamin A, C dan E yang melawan radikal bebas. Ubi ini pun kaya vitamin B thiamin, riboflavin dan vitamin B6 yang menurunkan risiko penyakit jantung.
  • The Super Soy: Kedelai kaya antioksidan flavonoid, isoflavon, serat, vitamin serta rendah lemak jenuh. Tak heran kanker payudara dan prostat sangat jarang terjadi di Okinawa. Penyebabnya, penduduk Okinawa rajin mengonsumsi kedelai yang kaya isoflavon (sekitar 3 ons per hari). Kedelai juga memiliki indeks glikemik rendah yang membantu pengaturan gula darah3
  • Hara hachi-bu atau makan hingga 80% kenyang. Budaya ini mengajarkan untuk membatasi kalori yang dikonsumsi, dan mengurangi makanan tinggi gula, tinggi lemak jenuh dan makanan olahan seperti makanan kalengan dan makanan beku. Tak heran, orang Okinawa memiliki berat normal dan terhindar dari kegemukan atau obesitas4.
  • Kurangi garam. Konsumsi garam orang Okinawa paling sedikit dibandingkan orang Jepang pada umumnya6. Hasilnya, risiko tekanan darah tinggi dan stroke pun berkurang drastis. Tidak heran tingkat kejadian stroke sangat rendah di Okinawa.
  • Buah, sayur, rempah. Penduduk Okinawa banyak makan tomat dan semangka yang kaya likopen12. Likopen adalah antioksidan yang menangkal radikal bebas, penyebab awal kanker. Orang Okinawa pun rutin mengonsumsi goya atau pare. Goya tinggi serat dan vitamin C yang berpotensi menurunkan risiko diabetes3. Masakan Okinawa pun kaya rempah yang tinggi antioksidan sehingga baik untuk jantung.

Tak hanya itu, orang Okinawa pun panjang umur karena aktif bergerak dan rajin minum teh hijau yang kaya antioksidan.

Mau tahu rahasia panjang umur orang di wilayah Mediterania dan daerah lainnya? Nantikan kelanjutannya di artikel info sehat berikutnya!

References :

  1. Murray CJL. 2011. Why is Japanese life expectancy so high? Lancet Published online September 1, 2011 DOI:10.1016/S0140-6736(11)61221-X
  2. Sho H. 2001. History and characteristics of Okinawan longevity food. Asia Pacific J Clin Nutr 10(2): 159–164
  3. Willcox DC, Willcox BJ, Todoriki H, Suzuki M. 2009. The Okinawan Diet: Health Implications of a Low-Calorie, Nutrient-Dense, Antioxidant-Rich Dietary Pattern Low in Glycemic Load. Journal of the American College of Nutrition 28 (4): 500S–516S.
  4. Willcox DC, Willcox BJ, Todoriki H, Curb JD, Suzuki M. 2006. Caloric restriction and human longevity: what can we learn from the Okinawans? Biogerontology 7: 173–177.
  5. Appel LJ. 2008. Dietary Patterns and Longevity: Expanding the Blue Zones. Circulation 118:214-215.
  6. Yamori Y, Miura A, and Taira K. 2001. Implications from and for food cultures for cardiovascular diseases: Japanese food, particularly Okinawan diets. Asia Pacific J Clin Nutr 10(2): 144–145
  7. Willcox BJ, Willcox DC, Todoriki H, Fujiyoshi A, Yano K, He Q, Curb JD, Suzuki M. 2007. Caloric restriction, the traditional Okinawan diet, and healthy aging: The diet of the world’s longest-lived people and its potential impact on morbidity and life span. Ann NY Acad Sci 1114: 434–455
  8. Suzuki M, Wilcox BJ and Wilcox CD. 2001. Implications from and for food cultures for cardiovascular disease: longevity. Asia Pacific J Clin Nutr 10(2): 165–171

sumber: tropicanaslim.com