DIAGNOSA KEHAMILAN

Diagnosis Kehamilan

Original Post: Diagnosis Kehamilan
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, adalah kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan, triwulan I dimulai dari konsepsi sampai 12 minggu, triwulan II dari 12 sampai 28 minggu dan triwulan III dari 28 sampai 40 minggu.
Diagnosis kehamilan dapat ditegakkan dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan klinis berdasarkan tanda dan gejala kehamilan.
Tanda dan Gejala Kehamilan
  1. Tanda mungkin hamil
  2. Tanda tidak pasti hamil
  3. Tanda pasti hamil
Tanda Mungkin Hamil
  • Amenorhea – Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut.
  • Nausea (mual) dan emesis (muntah) -Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Mual-mual pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat dari pengaruh hormon progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan.
  • Mastodynia – Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena pengaruh hormon estrogen pada ductus mammae dan progesteron pada alveoli.
  • Quickening – Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20 (primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Gerakan janin pertama kali dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan.
  • Miksi – Wanita hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus yang gravid mendesak vesica urinaria.
  • Konstipasi – Kesulitan buang air besar karena pengaruh hormon progesteron yang menghambat peristaltik usus dan karena perubahan pola makan.
  • Weight gain – Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur 20 minggu.Umumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 8-14 kg.
  • Fatigue – Perasaan lelah pada ibu hamil sulit diterangkan, namun kerja jantung dirasakan lebih berat pada umur 32 minggu.
  • Nail sign – Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih tipis.
  • Mengidam – Ingin makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi pada bulan-bulan pertama.
  • Sinkope (pingsan) – Adanya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) sehingga menyebabkan iskemik susunan saraf pusat.
  • Pigmentasi kulit – Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, sering dijumpai pada muka (chloasma gravidarum), dinding perut (striae gravidarum = suatu perubahan warna seperti jaringan parut), leher dan sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae, puting susu menonjol, kelenjar montgomery menonjol, pembuluh darah menifes).
  • Epulis – Hipertropi papilla ginggivae (gusi berdarah).
  • Varises – Pemekaran vena-vena, dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva. Biasanya dijumpai pada triwulan akhir.
Tanda tidak pasti
  • Perut membesar
  • Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan.
  • Tanda Chadwicks, mukosa vagina berwarna kebiruan karena hipervaskularisasi hormon estrogen.
  • Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon estrogen dan progesteron.
  • Tanda Goodell, portio teraba melunak.
  • Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.
  • Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu.
  • Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada umur 16-20 minggu.
  • Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri.
  • Reaksi kehamilan positif
Tanda pasti
  • Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-bagian janin.
  • Terdengar denyut jantung janin secara auskultasi – Dapat didengar dengan stetoscop monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf dan dilihat pada USG.
  • Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen – rongten sudah tidak disarankan.
Differential Diagnosa Kehamilan
  1. Pseudosiesis – Terdapat amenorea, perut membesar, uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif.
  2. Mioma uteri – Perut membesar, rahim membesar teraba padat kadang berbenjol-benjol, tanda kehamilan negatif, perdarahan banyak saat menstruasi.
  3. Kistoma ovarii – Mungkin ada menopause, perut membesar tapi pada periksa dalam uterus sebesar biasa, tanda kehamilan negatif, lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan.
  4. Retensio urine – Uterus sebesar biasa, tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.
  5. Menopause – Terdapat amenorea, umur wanita kira-kira diatas 43 tahun, uterus sebesar biasa, tanda dan reaksi kehamilan negatif.
  6. Hematometra – Terdapat amenorea yang dapat melampaui umur kehamilan, perut terasa sakit setiap bulan, terjadi penumpukan darah dalam rahim, reaksi kehamilan negatif. Hal ini disebabkan oleh himen imperforata.
Tabel 1. Perbandingan Antara Primipara Dan Multipara
Primipara
Multipara
Perut
Tegang
Longgar, terdapat striae
Pusat
Menonjol
Dapat datar
Rahim
Tegang
Agak lunak
Payudara
Tegang, tegak
Menggantung, agak lunak, terdapat striae
Labia
bersatu
Agak terbuka
Himen
Koyak beberapa tempat
Karankula himenalis
Vagina
Sempit dengan rugae utuh
Lebar, rugae berkurang
Serviks
Licin, lunak, tertutup
Sedikit terbuka, teraba bekas robekan persalinan
Pembukaan
Mendatar lalu membuka
Membuka dan mendatar
Perineum
Masih utuh
Bekas luka episiotomi
Referensi
Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC. Jakarta.
Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal.
Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
Scott, J. 2002. Buku Saku Obstetri Ginekologi. Jakarta: Widya Medika
Sumber http://www.kebidanan.net

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN PRIBADI

Perkembangan Kehidupan Pribadi

A.     Perkembangan Kehidupan Pribadi sebagai Individu

1.      Pengertian Kehidupan Pribadi dan Karakteristiknya
Kehidupan pribadi sukar untuk dirumuskan, ia amat kompleks dan unik. Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, seseorang menyadari bahwa dalam kehidupannya memiliki kebutuhan yang diperuntukkan bagi kepentingan diri pribadi, baik fisik maupun nonfisik. Kebutuhan diri pribadi tersebut meliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosio-psikologis. Dalam pertumbuhan fisiknya, manusia memerlukan kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya. Kondisi fisik amat penting dalam perkembangan dan pembentukan pribadi seseorang.
Kehidupan pribadi seseorang individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki cirri khusus dan unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain aspek emosional, sosial psikologis dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual yang terpadu secara integrative dengan factor lingkungan kehidupan. Pada awal kehidupannya dalam rangka menuju pola kehidupan pribadi yang lebih mantap, seorang individu berupaya untuk mampu mandiri, dalam arti mampu mengurus diri sendiri sampai dengan mengatur dan memenuhi kebutuhan serta tugasnya sehari-hari. Untuk itu diperlukan penguasaan situasi untuk menghadapi berbagai rangsangan yang dapat mengganggu kestabilan pribadinya.
Kekhususan kehidupan pribadi bermakna bahwa segala kebutuhan dirinya memerlukan pemenuhan dan terkait dengan masalah-masalah yang tidak dapat disamakan dengan individu yang lain. Oleh karenanya, setiap pribadi akan dengan sendirinya menampakkan cirri yang khas yang berbeda dengan pribadi yang lain. Di samping itu, dalam kehidupan ini diperlukan keserasian antara kebutuhan fisik dan nonfisiknya. Kebutuhan fisik tiap orang perlu pemenuhan, misalnya seseorang perlu bernapas dengan lega, perlu makan enak dan cukup, perlu kenikamatan, dan perlu keamanan. Berkaitan dengan aspek sosio-psikologis, setiap pribadi membutuhkan kemampuan untuk menguasai sikap dan emosinya serta sarana komunikasi untuk bersosialisasi. Hal itu semua akan tampak secara utuh dan lengkap dalam bentuk perilaku dan perbuatan yang mantap. Dengan demikian, masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk integrasi antara factor fisik, sosial budaya, dan factor psikologis. Di samping itu, seorang individu juga membutuhkan pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya, baik dari keluarganya sendiri maupun dari luar keluarganya. Tiap orang mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.
2.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan berbagai aspek, yang akan ditunjukan dalam perilaku. Perilaku seseorang yang menggambarkan perpaduan berbagai aspek itu terbentuk di dala lingkungan. Sebagaimana diketahui, lingkungan tempat anak berkembang sangat kompleks.
Seseorang individu, pertama tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga. Sesuai dengan tugas keluarga dalam melaksanakan misinya sebagai penyelenggara pendidikan yang bertanggung jawab, mengutamakan pembentukan pribadi anak. Dengan demikian, faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pribadi anak adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya. Seperti telah diuraikan di bagian terdahulu, perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikofisis dipengaruhi oleh : status sosial ekonomi, fisafat hidup keluarga, dan pola hidup keluarga seperti kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, dan ketertiban termasuk ketertiban menjalankan ajaran agama.
Bahwa perkembangan kehidupan seseorang ditentukan pula oleh faktor keturunan dan lingkungan aliran nativisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi ”orang” sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh kemampuan an sifatnya yang dibawa sejak ia dilahirkan. Sedangkan aliran empirisme mengatakan sebaliknya bahwa seorang akan menjadi ”manusia” seperti yang dikehendakioleh lingkungan. Kedua aliran itu menggambarkan bahwa faktor bakat dan pengaruh lingkungan sama-sama mempunyai pengaruh terhadap perkembangan pribadinya. Pengaruh-pengaruh itu akan terpadu bersama-sama saling memberi andil ”menjadikan manusia sebagai manusia”. Aliran yang mengakui bahwa kedua aliran itu secara terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi. Proses pendidikan Indonesia menganut aliran ini, seperti dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
3.      Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi
Lingkungan kehidupan sosial budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkungan alami maupun lingkungan yang diciptakan untuk maksud pembentukan pribadi anak-anak dan remaja, masing-masing memiliki ciri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, secara singkat dapat dikatakan bahwa perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda pula sesuai dengan lingkungan di mana mereka dibesarkan.
Dua orang anak yang dibesarkan di dalam satu keluarga akan menunjukkan sifat pribadi yang berbeda, karena hal itu ditentukan oleh bagaimana mereka masing-masing berinteraksi dan mengintegrasikan dirinya dengan lingkungannya.
4.      Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku
Kehidupan merupakan rangkaian yang berkesinambungan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Keadaan kehidupan sekarang dipengaruhi oleh keadaan sebelumnya dan keadaan yang akan datang banyak ditentukan oleh keadaan kehidupan saat ini. Dengan demikian, tingkah laku seseorang juga dipengaruhi oleh hasil proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan kejadian-kejadian saat sekarang.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jika sejak awal perkembangan kehidupan pribadi terbentuk secara terpadu dan harmonis, maka dapat diharapkan tingkah laku yang merupakan pengejawantahan berbagai aspek pribadi itu akan baik. Kehidupan pribadi yang mantap memungkinkan seorang anak akan berperilaku mantap, yaitu : mampu menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan dengan pengendalian emosi secara matang, tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
5.      Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
Kehidupan pribadi yang merupakan rangkaian proses pertumbuhan dan perkembangan, perlu dipersiapkan dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan pembiasaan dalam hal :
  1. Hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik. Pengenalan dan pemahaman nilai dan moral yang berlaku di dalam kehidupan perlu ditanamkan secara benar.
  2. Mengerjakan tugas dan pekerjaan praktis sehari-hari secar amandiri dengan penuh tanggung jawab.
  3. Hidup bermasyarakat dengan melakukan pergaulan dengan sesama, terutama dengan teman sebaya. Menunjukkan gaya dan pola kehidupan yang baik sesuai dengan kultur yang baik dan dianut oleh masyarakat.
  4. Cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi. Menunjukkan dan melatih cara merespon berbagai masalah yang dihadapi.
  5. Mengikuti aturan kehidupan keluarga dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.
  6. Melakukan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga. Di dalam keluarga perlu dikembangkan sikap menghargai orang lain dan keteladanan.
Di samping perlu diciptakan suasana keteladanan oleh pihak-pihak yang berwewenang, seperti orang tua di dalam keluarga, guru di sekolah, dan tokoh masyarakat dalam kehidupan sosial. Dalam suasana ini yang perlu ditonjolkan antara lain adalah sifat sportif dan kejujuran, berjuang keras dengan berpegang pada prispi yang maton (dapat dipercaya).

CAIRAN TUBUH

CAIRAN TUBUH

Suhu roduksi energi, pH cairan, kadar garam, air, dan zat gizi semua harus dikendalikan untuk menjaga agar lingkungan dalam sel tubuh dapat berkerja dengan efisiensi tinggi. Mempertahankan homeostasis adalah proses dinamis yang melibatkan antaraksi. Organ dan sistem organ berkerja sama terus menerus menyesuaikan ketidak seimbangan yang terjadi dan kerusakan satu bagian dalam sistem kerjasama ini menyebabkan sakit parah atau kematian.
Rata –rata tubuh orang dewasa mengandung 421 atau 42 kg air. Air sebanyak itu terbagi kedalam 3 komponen didalam tubuh. Sebagian besar, sekitar 281 berada didalam sel, sekitar 111 mengisi ruang antara sel dan jaringan yaitu cairan antar sel atau sitoplasma. Sebagian dari air sisa yang 31 ada dalam bagian cair dari darah.
Darah membawa hormon yang membantu mengkoordinasi kegiatan pada berbagai organ tubuh. Antibodi dan sel yang melawan infeksi juga merupakan komponen penting dari darah. Didalam darah terdapat sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih ( leukosit ) dan trombosit. Erosit membawa oksigen kejaringan dan membuang karbon dioksida. Leukosit memerangi bakteri dengan menelan dan mencernanya. Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah.
Plasma adalah darah tak beku jika insur penukarannya telah terpisah. Plasma mengandung zat pembeku dan protein lain, serta berbagai garam dan glukosa. Cairan yang berwarna kuning yang terpisah dari bekuan disebut serum. Protein plasma adalah fibrinogen, albumin, globulin dan lipoprotein. Sebagaimana telah diketahui fibrinogen penting sekali untuk pembekuan. Albumin membantu mempertahankan volume plasma dengan meningkatkan tekanan osmosis darah. Globulin gamma adalah protein anti body.
Tubuh kita dapat berfungsi dengan benar jika kisaran pH berbagai cairannya tidak lebar. Untuk mempertahankan agr cairan berada pada pH yang diinginkan tubuh kita memiliki sistem penyangga. Tiga sistem penyangga yang tidak saling bergantung ini menjaga pH normal darah di antara 7,35 dan 7,45 dengan nilai normal rata-rata 7,40. asidosis adalah setiap geseran pH darah kebawah nilai normal, alkalosis adalah geseran pH  diatas nilai normal.
Jantung, pembuluh darah, dan jaringan limfatik menyusun organ utama dalam sistem peredaran darah. Jantung memompa darah pembawa oksigen dari paru-paru melalui pembuluh darah besar yaitu nadi. Sistem limfatik terdiri dari limfatik, timus, limfa dan simpul limfa. Limfatik adalah pembuluh yang dilalui untuk mengalirkan cairan antara sel ke aliran darah. Limfe adalah cairan yang memasuki limfatik berukuran kapiler kecil, mengalir ke limfatik yang lebih besar dan bermuara dialiran darah pada duktus rongga dada. Timus dan limfa menyimpan limposit yaitu penghasil antibody. Simpul limfe bertindak sebagai penapis simpul limfe, limfosit mulai memproduksi antibody untuk menyerang bakteri tersebut.
Pengangkutan oksigen kejaringan dimulai ketika udara yang dihirup ke paru-paru terjebak dalam alveolus yaitu kelompok kantong menyerupai buah anggur yang berfungsi untuk menyerap oksigen. Lima langkah dasar, sel darah merah menukarkan karbon dioksida dengan oksigen dalam paru-paru:
  • Tekanan oksigen dalam alveolus lebih tinggi dibanding dalam sel darah merah. Karena itu, oksigen dari alveolus berdifusi melalui dinding kapiler ke sel merah.
  • Kosentrasi proton dalam sel darh merah adalah rendah. Kosentrasi proton yang rendah menguntungkan reaksi antara hemoglobin berproton dengan oksigen yakni reaksi melepas proton.
  • Proton yang dilepaskan oleh hemoglobin pada saat diberi oksigen, bereaksi dengan ion bikarbonat membentuk asam karbonat.
  • Enzim dalam sel darah merah yaitu karbon anhidrase, memecahkan asam karbonat menjadi air dan karbon dioksida.
  • karena tekanan karbon dioksida tinggi dalam sel merah tetapi rendah dalam alveolus, molekul karbon dioksida berdifusi keluar dari sel merah ke paru-paru.
Sel darah merah beroksigen dibawa oleh aliran darah kapiler jaringan aktif. Tujuh tahap sel darah merah menukar oksigen dengan karbon dioksida pada jaringan:
  • Sel jaringan mengunakan oksigen untuk menghasilkan asam dan karbon dioksida dari senyawa karbon.
  • Tingginya kosentrasi proton menyebabkan adisi proton pada oksihemoglobin.
  • Oksigen yang dilepaskan berfusi melalui membran sel darah merah dan dinding kapiler dan oksigen diantar ke sel jaringan.
  • Hemoglobin proton bereaksi denagan karbon dioksiada membentuk karbobinohgemoglobin
  • Sisa karbon dioksiad ayng memasuki sel darah mearh diubah menjadi asam karbonat oleh karbon anhidrase.
  • Sebagian asam karbonat mengurai menjadi proton dan ion bikarbonat.
    • Sebagian ion bikarbonat meninggalkan sel merah dan memasuki palsma untuk berperan sebagai penyangga darah.
Sistem kemih membersikan darah pada proses penyaringan selektif dalam sistem kemih membuang limbah sel lainnya dari darah. Misalnya, amonia adalah hasil ikutan proses pemecahan asam amino dalam sel. Amonia dalam kadar tinggi meracuni sel manusia, dan perlu diubah menjadi urea dalam hati. Urea memasuki aliran darah, beredar sampai molekul ini mencapai ginjal, kemudian dibuang melalui kemih.
Bagian-bagian sistem kemih antara lain : sepasang ginjal, sebuah kandung kemih, dan saluran uretra menyusun sistem kemih seperti. Setiap ginjal mengandung sekitar sejuta nefron, setiap nefron membentuk sistem peredaran sendiri. Penyaringan dan penyerapan ulang darah memasuki glomerulus mengalami tekanan yang besar. Karena dinding kapiler dari glomerulus sangat tipis, air yang mengandung semua garam, gula, asam amino dan molekul lainnya yang ada dalam plasma darah dipaksa keluar melalui pori-pori.
Air dan zat lain yang dibutuhkan tubuh diserap ulang kedalam kapiler yang mengelilingi nefron. Pada saat cairan disaring melalui tubula proksimal dari nefron, sekitar 80 % air yang semula dibuang dikembalikan ke aliran darah. Pada orang dewasa noramal, ambang gula ginjal biasanya dikatakan terlampui apabila kadar gula darah meningkat diatas 140 sampai 170 mg glukosa per 100 ml darah. Kadar garam dalam darah juga dikendalikan oleh ginjal. Sekitar 75 g natrium klorida diserap ulang oleh ginjal setiap hari, dan sebagian dibuang dalam kemih. Sekitar 500 g natrium bikarbonat memasuki ginjal setiap hari tetapi hanya beberapa gram dibuang.
Harus ada cara untuk tubuh membersikan darah dari limbah dan mengendalikan agar pH darah disekitar 7,4 ( mencegah alkalosis dan asidosis ). Sistem pernapasan dan ginjal melakukan tugas itu. Kelebihan netron dinetralkan melalui penggabungan dengan ion bikarbonat ( HCO3 ) membentuk asam karbonat ( H2CO3 ). Enzim karbonat anhidrase memecah asam karbonat menjadi karbon dioksida dan air yaitu limbah tak beracun yang netral yang mudah dibuang boleh ginjal itu. Jika jumlah ion bokarbonat rendah, baik akibat produksi proton yang berlebihan atau tambatnya asam karbonat karena napas yang dangkal timbulah asidosis. Hiverpentilasi menyebabkan alkalosis pernapasan, terlalu banyak karbon dioksida hilang karena napas yang dalam, kosentrasi asam karbonat menurun dan pH darah mnaik.
Vasopresis adalah hormon peptida yang mengendalikan kosentrasi kemih dengan cara mempengaruhi permeabilitas air pada sebagian nefron ginjal. Jika ada hormon ini nefron fermiabel untuk air mengalir kembali ke cairan antar sel yang lebih beragam akibatnya kemih berkurang dan pekat. Jika hormon ini tidak ada nefron tidak permiabel air tak dapat diserap ulang dan kemih menjadi banyak serta encer

ASAM NUKLEAT

ASAM NUKLEAT

Asam nukleat telah menjadi bahan penelitian para ahli biokimia sejak senyawa ini diisolasi dari inti sel untuk pertama kalinya. Ada dua jenis asam nukleat yang kita kenal, yaitu DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat.
DNA ditemukan pada tahun 1869 oleh seorang dokter muda, Friedrich Miescher yang percaya bahwa rahasia kehidupan dapat diungkapkan melalui penelitian kimia pada sel-sel. Ia memilih sel yang terdapat pada nanah untuk dipelajari dan ia mendapatkan sel-sel tersebut dari bekas pembalut luka yang diperolehnya dari ruang bedah. Sel-sel tersebut ia larutkan dalam asam encer dan dengan cara ini diperolehnya inti sel yang masih terikat pada sejumlah protein. Kemudian dengan menambahkan enzim pemecah protein ia dapat memperoleh inti sel saja dan dengan cara ekstraksi terhadap inti sel ini ia memperoleh suatu zat ang larut dalam basa tetapi tidak larut dalam asam. Pada waktu itu ia belum dapat menentukan rumus kimia zat tersebut, sehingga ia menamakannya nuclein. Sebenarnya apa yang ia peroleh dari ekstrak inti sel tersebut adalah campuran senyawa-senyawa yang mengandung 30% DNA. Asam nukleat terdapat dalam semua sel dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam biosintesis protein. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein yang mempunyai sifat basa, misalnya DNA dalam inti sel terikat pada histon. Senyawa gabungan antara asam nukleat dengan protein ini disebut nucleoprotein. Molekul asam nukleat merupakan suatu polimer seperti protein, tetapi yang menjadi monomer bukan asam amino, melainkan nukleotida.

A. Nukleotida dan Nukleosida

Molekul nukleotida terdiri atas nukleosida yang mengikat asam fosfat. Molekul nukleosida terdiri atas pentosa (deoksiribosa atau ribosa) yang mengikat suatu basa (deriva purin atau pirimidin). Jadi apabila suatu nucleoprotein dihidrolisis sempurna akan dihasilkan protein, asam fosfat, pentosa, dan basa purin atau pirimidin. Rumus berikut akan memperjelas hasil hidrolis suatu nucleoprotein.
Protein yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan yang berasal dari RNA ialah ribose. Adapun basa purin dan basa pirimidin yang berasal dari DNA ialah adenine, sitosin, dan urasil.
Urasil terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk keto atau laktam dan bentuk enol atau laktim. Pada pH cairan tubuh, terutama urasil terdapat dalam bentuk keto. Nukleosida terbentuk dari basa purin atau pirimidin dengan ribose atau deoksiribosa. Basa purin atau pirimidin terikat pada pentosa oleh ikatan glikosidik, yaitu pada atom karbon nomor 1. guanosin adalah suatu nukleosida yang terbentuk dari guanin dengan ribosa.
Pada pengikatan glikosidik ini sebuah molekul air yang dihasilkan terjadi dari atom hydrogen pada atom N-9 dari basa purin dengan gugus OH pada atom C-1 dari pentosa. Untuk basa pirimidin, gugus OH pada atom C-1 berikatan dengan atom H pada atom N-1.
Pada umumnya nukleosida diberi nama sesuai dengan nama basa purin atau basa pirimidin yang membentuknya. Beberapa nukleosida berikut ini ialah yang membentuk dari basa purin atau dari basa pirimidin dengan ribosa:
Adenin nukleosida                    atau                  Adenosin
Guanin nukleosida                     atau                  Guanosin
Urasil nukleosida                      atau                  Uridin
Timin nukleosida                       atau                  Timidin
Sitosin nukleosida                     atau                  Sitidin
Apabila pentosa yang diikat adalah deoksiribosa, maka nama nukleosida diberi tambahan deoksi di depannya. Sebagai contoh deoksiadenosin, deoksisitidin, dan sebagainya. Di samping lima jenis basa purin atau basa pirimidin yang biasa terdapat pada asam nukleat, ada pula beberapa basa purin atau basa pirimidin lain yang membentuk nukleosida. Hipoksantin dengan ribosa akan membentuk hipoksantin nukleosida atau inosin. DNA  pada bakteri ternyata mengandung hidroksimetilsitosin. Demikian pula tRNA (transfer RNA) mengandung derivat  metal basa purin atau basa pirimidin, misalnya 6-N-dimetiladenin atau 2-N-dimetilguanin.
Dalam alam nukleosida terutama terdapat dalam bentuk ester fosfat yang disebut nukleotida. Nukleotida terdapat sebagai molekul bebas atau berikatan dengan sesama nukleotida membentuk asam nukleat. Dalam molekul nukleotida gugus fosfat terikat oleh pentosa pada atom C-5.
Beberapa nukleotida lainialah sebagai berikut :
Adenin nukleotida                     atau                  Adenosinmonofosfat (AMP)
(asam adenilat)
Guanin nukleotida                     atau                  Guanosinmonofosfat (GMP)
(asam guanilat)
Hipoksantin nukleotida  atau                  Inosinmonofosfat (IMP)
(asam inosinat)
Urasil nukleotida                       atau                  Uridinmonofosfat (UMP)
(asam uridilat)
Sitdin nukleotida                       atau                  Sitidinmonofosfat (SMP)
(asam sitidilat)
Timin nukleotida                       atau                  Timidinmonofosfat (TMP)
(asam timidilat)
Pentosa yang terdapat dalam molekul nukleotida pada contoh diatas ialah ribosa. Apabila pentosanya deoksiribosa, maka ditambah deoksi dimuka nama nukleotida tersebut, misalnya deoksiadenosin-monofosfat atau disingkat dAMP.
Ada beberapa nukleotida yang mempunyai gugus fosfat lebih dari satu, misalnya adenosintrifosfat dan uridintrifosfat. Kedua nukleotida ini mempunyai peranan penting dalam reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
Pada rumus molekul ATP dan UTP, ikatan antara gugus-gugus fosfat diberi tanda yang khas. Pada proses hidrolisis ATP akan melepaskan gugus fosfat dan terbentuk adenosindifosfat (ADP). Pada hidrolisis ini ternyata dibebaskan energi yang cukup besar yaitu 7000 kal/mol ATP. Oleh karena itu ikatan antara gugus fosfat dinamakan “ikatan berenergi tinggi” dan diberi tanda ~. Dalam tubuh, ATP dan UTP berfungsi sebagai menyimpan energi yang diperoleh  dari proses oksidasi senyawa-senyawa dalam makanan kita untuk kemudian dibebaskan apabila energi tersebut diperlukan.
Asam nukleat
Asam nukleat adalah suatu polimer yang terdiri atas banyak molekul nukleotida. Telah disinggung dimuka bawah asam nukleat ada dua macam, yaitu DNA dan RNA. Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan-jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu  gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam nukleat dari jaringan-jaringan tersebut , dapat dilakukan ekstraksi terhadap nucleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan garam 1M. Setelah nucleoprotein terlarut, dapat diuraikan atau dipecah menjadi protein-protein dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara hati-hati, atau dengan menambah NaCl  hingga larutan menjadi jenuh. Setelah terpisah dari protein yang mengikatnya, asam nukleat dapat diendapkan dengan menanbah alcohol perlahan-lahan. Disamping itu penambahan itu NaCl hingga jenuh akan mengendapkan protein.
Cara lain untuk memisahkan asam nukleat dari protein ialah menggunakan enzim pemecah protein, misalnya tripsin. Ekstraksi terhadap jaringan-jaringan dengan asam teriklorasetap,dapat pula memisahkan asam nukleat. Denaturasi protein dalam campuran dengan asam nukleat ini dapat pula meyebabkan terjadinya denaturasi asam nukleat itu sendiri. Oleh karena asam nukleat itu mengandung pentosa, maka bila dipanasi dengan asam sulfat akan terbentuk furfural. Furfural ini akan memberikan warna merah dengan aniline asetat atau warna kuning dengan p-bromfenilhidrazina. Apabila dipanasi dengan difenilamina dalam suasana asam, DNA akan memberikan warna biru. Pada dasarnya reaksi-reaksi warna untuk ribosa dan deoksiribosa dapat digunakan untuk keperluan identisifikasi asam nukleat.
Asam ini adalah polimer yang terdiri atas molekul-molekul deoksiribonukleotida yang terikat satu dengan yang lain, sehingga membentuk rantai polinukleotida yang panjang. Basa purin yang terdapat pada DNA ialah adenine dan guanine. Sitosin dan timin adalah basa pirimidin yang terdapat pada asam nukleat ini. Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaran gugus fosfat, sebagaimana terlihat pada rumus struktur sebagian molekul dari DNA. Dari rumus tersebut di atas terlihat bahawa basa yang mengandung oksigen ditulis dalam bentuk keto atau laktan. Sebenarnya terdapat keseimbangan antara bentuk keto (laktam) dengan bentuk enol  (laktim). Keseimbangan ini dipengaruhi oleh pH di lingkungannya. Dalam tubuh bentuk laktam terdapat lebih banyak daripada bentuk laktim, oleh karena itu basa tersebut ditulis dalam bentuk laktam. Dari rumus DNA tersebut dapat pula dilihat bahwa karakteristik atau cirri khas suatu asam nukleat terletak pada urutan basa purin dan pirimidin yang terdapat paa molekul asam nukleat tersebut.
Data hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan molar antara adenine dengan timin mendekati harga 1. demikian pula perbandingan molar antara guanine dengan sitosin (tabel 5-1)
Di samping itu, hasil penelitian dengan sinar x menunjukkan bahwa molekul DNA dari berbagai sumber mempunyai pola difraksi sinar x yang serupa. Dari hasil-hasil penelitian tersebut, Watson dan Crick menyusun model bentuk molekul DNA pada tahun 1953. model ini menunjukkan bahwa dua buah rantai polideoksiribonukleotida ini membentuk heliks ganda. Antara basa-basa yang terdapat pada rantai asam nukleat ini terbentuk ikatan hydrogen, yaitu ikatan antara atom-atom hydrogen dengan nitrogen. Adenin dapat membentuk dua ikatan hydrogen dengan timin. Antara guanine dengan sitosin terbentuk tiga iakatan hydrogen. P berarti fosfat, S berarti deoksiribosa, A=T berarti pasangan adenine dengan timin dengan dua ikatan hydrogen. G ≡ C berarti pasangan guanine dengan sitosin dengan tiga buah ikatan hydrogen.

Struktur Asam Ribonukleat

Asam ribonukleat adalah suatu polimer yang terdiri dari molekul-molekul ribonukleotida. Seperti DNA, asam ribonukleat ini terbentuk oleh adanya ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul ribose dengan perantaraan gugus fosfat. Rumus struktur pada halaman berikut ini menunjukkan sebagai dari molekul RNA.
Meskipun banyak persamaanna dengan DNA, RNA mempunyai beberapa perbedaan dengan DNA yatiu
1)      Bagian pentosa RNA adalah ribosa, sedangkan bagian pentosa DNA adalah deoksiribosa.
2)      Bentuk molekul DNA ialah heliks ganda. Bentuk molekul RNA bukan heliks ganda, tetapi berupa rantai tunggal yang terlipat sehingga menyerupai rantai ganda.
3)      RNA mengandung basa adenine, guanine dan sitosin seperti DNA, tetapi tidak mengandung timin. Sebagai gantinya, RNA mengandung urasil. Dengan demikian bagian basa pirimidin RNA berbeda dengan bagian basa pirimidin DNA.
Ada tiga macam RNA, yaitu tRNA (transfer RNA), mRNA (messenger RNA), dan rRNA (ribosomal RNA). Ketiga macam RNA ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda, tetapi ketiganya secara bersama-sama mempunyai peranan penting dalam sintesis protein. Fungsi masing-masing RNA tersebut akan dibahas pada bab metabolisme protein.
  • Asam nukleat adalah suatu polimer nukleotida yg berperanan dlm penyimpanan serta pemindahan informasi genetik (polinukleotida)
  • Asam nukleat terdapat bentuk, yi. asam dlm 2 deoksiribosa (DNA) dan asam ribosa (RNA).
  • Keduanya merupakan polimer linier, tidak bercabang dan tersusun dari subunit-subunit yg disebut nukleotida
  • Pd sel eukariot, DNA terdapat di dlm nukleus, sedangkan pada sel prokariot, terdpt dlm sitoplasma atau nukleoid dan berfungsi sbg molekul hereditas atau pewarisan sifat.
  • Molekul RNA disintesis dari DNA dan berperan dlm sintesis protein di dlm sitoplasma (ribosom)
  • Satu nukleotida terdiri atas 3 bagian yi gula berkarbon 5 (pentosa), basa organik heterosiklik (mengandung karbon, nitrogen dan berbentuk datar) dan gugus fosfat bermuatan negatif, yg membuat polimer bersifat asam.
  • Pada RNA gula pentosanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gula pentosanya mengalami kehilangan satu atom O pada posisi C nomor 2’ sehingga dinamakan gula 2’-deoksiribosa

ASAM NUKLEAT DAN SINTESIS PROTEIN

Asam nukleat adalah penyusun utama inti sel. Ada dua jenis asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA =deoxyribonucleic acid) dan asam ribonukleat (RNA = ribonucleic acid). DNA terdapat dalam inti sel, yaitu dalam kromosom, sedangkan RNA terdapat diluar inti sel, yaitu dalam sitoplasma .
Molekul DNA dan RNA adalah polinukleotida yaitu polimer yang tersusun dari banyak unit ulang berupa nukleotida, setiap nukleotida terdiri dari basa nitrogen, satu unit gula san satu gugus fosfat yang melekat pada unit gula. Gabungan dari unit gula dan basa membentuk nukleosida.
Asam nukleat juga merupakan polimer. Umumnya molekul DNA lebih besar dari pada molekul RNA. Monomer asam nukleat adalah nukleotida. Nukleotida terdiri atas tiga jenis molekul sederhana, yaitu satu basa nitrogen (basa purin atau basa pirimidin), satu gula pentosa (ribosa atau deoksiribosa), dan asam fosfat. Nukleotida tanpa gugus fosfat disebut nukleosida. Salah satu perbedaan antara DNA dan RNA terletak pada jenis gula pentiosa dan basa nitrogen nya. DNA mengandung 2-deoksiribosa, sedangkan RNA mengandung ribosa. Basa nitrogen yang terdapat dalam DNA adalah adenin (A), guanin (G), timin (T), dan sitosin (S); sedangkan dalam RNA adalah adenin (A), guanin (G), urasil (U), dan sitosin (S). Dua molekul nukleotida dapat saling berkaitan melalui gugus fosfat dengan melepas molekul air. Molekul DNA terdiri dari dua rantai polimer yang melengkung heliks ganda. Heliks ganda itu dikukuhkan oleh ikatan hidrogen antara timin dari rantai yang satu dengan adenin dari rantai yang lainnya, dan antara sitosin dari rantai yang satu dengan guanin dari rantai lainnya.
Dogma pokok memberikan garis besar untuk penyimpanan dan penyebaran informasi yang dapat diwariskan. Dasar dari penyimpanan dan penyebaran informasi ada tiga langkah yaitu:
1. DNA disentesis melalui replikasi artinya menyalin, diperlukan untuk memasok DNA pada sel    baru yang terbentuk melalui pembelahan sel dan kepada organisme yang dipasoknya.
2. Informasi yang dikandung oleh DNA diberikan ke suatu bentuk RNA yang disebut RNA – utusan melalui proses transkripsi.
3. m RNA mengarahkan sistesis protein dalam proses translasi.
DNA menyimpang informasi (kode) tentang jenis protein yang harus dibentuk oleh suatu sel. Informasi genetik ialah relasi antara urut-urutan basa nitrogen dalamDNA dengan urut-urutan asam amino dalam protein. Urut-urutan basa nitrogen dalam DNA menentukan urut-urutan asam amino dalam protein. Struktiur kode genetik itu disebut kodon. Yaitu rangkaian tiga nukleotida dalam urutan yangkhas, yang biasanya dinyatakan dengan basa nitrogen. Setiap kodon menentukan satu asam amino yangakan digunakan untuk sintesis protein. Contoh, suatu kodon yang terdiri atas rangkaian adenin-guanin-sitosin (dinyatakan dengan AGC), adalah kodon untuk serin.

ENZIM, KOENZIM, DAN ANTIBODI

ENZIM, KOENZIM, DAN ANTIBODI

Enzim adalah pekerja dalam prabrik sel, yang sibuk memecah bahan baku ( zat gizi yang masuk ke sel ) dan merakitnya kembali menjadi produk untuk membantu pertumbuhan sel, memperbaiki sel, membuat sel baru dan menghasilkan energi. Beberapa enzim pekerja memerlukan perkakas dalam membentuk koenzim, yaitu molekul atau ion yang erat hubungannya dengan molekul enzim.
Enzim yang pada hakikatnya adalah protein, berfungsi sebagai katalis dalam reaksi kimia didalam sistem hayati. Molekul pereaksi dalam perubahan hayati disebut subtrat. Subtrat adalah molekul yang berantaraksi dengan molekul. Reaksi berkatalis enzim dimulai jika molekul subtrat terikat pada enzim. Dalam pengikatan, subtrat cocok dengan daerah lipatan pada rantai peptida pada enzim, yang disebut tapak aktip. Kecocokkan subtrat pada enzim terjadi menurut bentuk yang komplemeter, muatan, atau sejumlah gaya yang lebih lemah turut berperan dalam pembentukan dan kekutan komplek.
Perubahan dari subtrat terikat menjadi oroduk sering disebabkan oleh reaksi kimia yang melibatkan subtrat dan rantai samping asam amino milik enzim. Dalam hal ini, reaksi berkatalis enzim membutuhkan koenzim, yaitu molekul organik kecil atau ion logam yang turut mengisi tapak aktif. Koenzim dapat berupa ion logam dari unsur seperti magnesium, kalium, besi atau seng tetapi yang lebih sering adalah molekul organik kecil.
Aktifitas enzim dinyatakan sebagai laju reaksi kimia berkatalis enzim dalam mengubah substrat menjadi produk. Aktifitas bergantung pada konsentrasi enzim dan keadaan reaksi seperti suhu dan pH. Sesudah substrat berubah, produk melepaskan diri dari enzim dan enzim bebas berinteraksi dengan molekul substrat lainnya. Dibandingkan denga reaksi non enzim reaksi berkatalis berlangsung lebih cepat dan dalam keadaan suhu dan pH lebih ringan. Reaksi berkatalis enzim juga sangat khusus: hanya sejenis produk dihasilkan melalui interaksi satu jenis substrat dan satu jenis enzim. Khususnya ini juga bersumber dari kekiralan substrat yang dapat dikenali oleh enzim. Tingkat aktifitas enzim dalam cairan tubuh dapat digunakan untuk diagnosis penyakit. Pada penyakit tertentu kadar enzim serum darah lebih tinggi dibandingkan keadaan pada orang sehat.
Pengimbasan dan perombakan membantu mengendalikan komsentrasi enzim di dalam sel. Cara melibatkan pengimbasan enzim yatu sintesis enzim berdasarkan kebutuhan, perombakan enzim yaitu hidrolisis enzim menjadi asam amino penyusunannya. Enzim yang disintesis untuk memenuhi kebutuhan sementara dalam sel disebut enzim imbas. Pengimbasan enzim adalah cara penting bagi sel untuk menghemat keragaman sel yang dihasilkannya, tetapi cara enzim imbas ini bukanlah yang terbaik untuk mengendalikan produksi senyawa didalam sel.
Penghambat  saing adalah  molekul yang serupa bentuk dan muatannya dengan substrat dan mampu mengikat enzim pada tapak aktifnya. Pengendali aktifitas enzim yang halus ada pada beberapa enzim melalui penghambatan umpan balik, konsentrasi produk pada akhir sederetan tahapan mengikat dan kemudian menjadi umpan balik untuk menghambat pada tahap sebelumnya.
Pengaktifan zimogen atau proenzim kadang-kadang menghasilkan peptidase yaitu enzim yang mampu mengkatalisis hidrolisis ikatan peptida, biasanya diperlukan untuk mengubah zimogen menjadi enzim aktif, misalnya pepsin yakni enzim pencerna protei di dalam perut dihasillkan oleh kerja asam lambung terhdap zimogen pepsinogen. Reaksi berkatalis enzim dapat diperlambat dengan memperombak enzim penghambat oleh senyawa substrat  atau modulasi negatif.
Enzim yang aktifitasnya dikendalikan oleh modulasi positif atau negatif atau keduanya biasanya adalah enzim alosterik atau enzim dua tapak. Enzim alosterik pada umumnya adalah pemacu, muncul pada awal seruntunan reaksi dan mengendalaikan produksi dari semua runtunan. Contoh peristiwa hayati yang zimogennya harus diubah menjadi enzim aktif ialah pada pencernaan protein dan pembekuan darah. Antibiotika memungkinkan orang memerangi infeksi bakteri sampai pertahana alaminya bekerja.
Antibiotika dirancang untuk menghambat proses normal berkatalasis enzim pada bakteri. Sulfanilamida dan senyawa berkaitan mengganggu enzim yang mengubah asam p-aminobenzoat menjadi asam folat, yakni salah satu anggota golongan vitamin B-complek. Penisilin ialah produk alam yang dihasilkan oleh jamur, mampu menghambat enzim yang mengkatalis sintesis dinding sel.
Antibodi adalah protein besar yang dihasilkan oleh tubuh sebagai tanggapan atas infeksi atau masuknya benda asing. Salah satu fraksi dari antibodi serum darah yaitu imunoglobulin G, te;ah banyak dipelajari. Antibodi ini terdiri dari pasangan rantai peptida ringan dan berat yang berbentuk Y. Runtunan asam amino dari rantai peptida semua molekul imunoglobulin G yang dimiliki seseorang hampir sama atau tetap. Tetapi ada daerah perubahan dalam runtunan asam amino pada rantai berat dan rantai ringan.
Didaerah perubahan inilah melekat molekul atau organisme asing yang disebut antigen. Komplek antibodi – antigen timbul karena gaya yang serupa pada komplek enzim – substrat. Ada pula khusus an yang sama yaitu sejenis anti body hanya mengenali satu jenis antigen. Pembentukan komplek antibodi- antigen dapat mengakibatkan penghancurkan benda asing oleh tubuh.