APAKAH CINTA ITU ?

Apakah Cinta Itu ?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,

Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,

Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,

Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahanuntuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisatertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yangkadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwaketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesagesa.

Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.

Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kitatidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,

Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,

Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbangmemilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskandiri dengan apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampausingkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggumempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,

Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Danpenantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal – iman, keberanian, danpengharapan – penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpunbayangkan.

Pada akhirnya…

Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,karena alasan yang penting.

source: ebooktambahkancintadankurangibenci

Advertisements

CINTA DAN WAKTU

CINTA DAN WAKTU

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-bendaabstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya.Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air lauttiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulaucepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungankarena ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri ditepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makinnaik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.”Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan.“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamuserta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini”.

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali,namun dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehinggaia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakinpanik. Tak lama lewatlah Kecantikan.“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nantikamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulewatlah Kesedihan.”Oh, Kesedihan. Bawalah aku bersamamu”, kata Cinta.

”Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kataKesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akanmenenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua denganperahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum airmenenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahuisiapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannyakepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu.”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan temantemanyang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran.”Sebab” kata orang itu”Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu…”

source: ebooktambahkancintadankurangibenci

LAKI-LAKI SEJATI

Laki-Laki Sejati

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih Lelaki Sejati ?Bunda menjawab, Nak……….

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempatbekerja,Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,Tetapi dari hati yang ada dibalik itu

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca

– So Jangan Sampai Salah Memilih Yach!!! –

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA UMUR 3-5 TAHUN DI PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG TAHUN 2006

KARYA TULIS ILMIAH KEBIDANAN

ABSTRAK
Kata Kunci : Status gizi balita, pengetahuan, pendapatan.
POLTEKKES PALEMBANG JURUSAN KEBIDANAN TAHUN 2006
Pengetahuan ibu tentang gizi dan keterbatasan penghasilan keluarga merupakan factor pendorong terjadinya gangguan gizi. Periode anak sejak mulai disapih sampai umur 5 tahun merupakan masa yang rawan dalam siklus hidupnya dan sangat mudah mengalami gangguan gizi. Menurut hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) kota palembang tahun 2005, dari 14 kecamatan yang dipantau, kecamatan seberang ulu 1 menempati presentasi gizi buruk  ketiga setelah kecamatan gandus dan kertapati dengan total KEP 20,2%. Keluarga merupakan orang yang terdekat dengan anak balita yang dapat memberikan perhatian dan perawatan kepada anak balitanya, sehingga pengetahuan tentang gizi dan penggunaan sumber dana yang baik dapat mempengaruhi status gizi seorang anak. Hal ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan calon generasi penerus bangsa yang memiliki status gizi yang baik yang nantinya dapat menjadi sumber daya manusia yang maju, mandiri dan berkualitas.
Rumusan masalah uang didapatkan yaitu apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi anak balita umur 3-5 tahun di Puskesmas 4 Ulu Palembang tahun 2006. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui apakah pengetahuan ibu dan pendapatan berhubungan dengan status gizi anak balita umur 3-5 tahun di Puskesmas 4 Ulu Palembang tahun 2006. diharapkan dengan diketahuinya hubungan tersebut dapat dijadikan masukan bagi petugas kesehatan untuk menumbuhkan kemauan masyarakat untuk meningkakan pengetahuan mereka tentang gizi dengan mengikuti penyuluhan kesehatan terutama tengtang gizi anak balita.
Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita umur 3-5 than yang datang dan ditimbang di Puskesmas 4 Ulu Palembang pada saat penelitian dengan besar sample 68 orang yang diambil dengan menggunakan metode non random sampling secara purposive sampling. Variable penelitian meliputi variable independent yaitu pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga serta variable dependen yaitu status gizi anak balita umur 3-5 tahun. Data dianalisis dengan analisia univariat yaitu distribusi frekuensi variable independent dan dependen serta analisis bivariat menggunakan uji statistic chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,1.
Hasil penelitian menunjukkan dari 68 responden didapatkan ibu yang berpengetahuan baik 30 orang (44,12%), ibu dengan pendapatan keluarga tinggi 31 orang (45,59%) dan ibu yang memiliki anak balita umur 3-5 tahun dengan status gizi yang baik 29 orang (42,65%). Hasil uji statistic menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga mempunyai hubungan yang bermakna dengan status gizi anak balita umur 3-5 tahun dengan masing-masing nilai X2 hitung 22,9 dan 16,6 yang lebih besar dari X2 tabel 2,706.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik dan pendapatan yang tinggi akan mempunyai anak dengan status gizi yang baik. Sehingga diharapkan bagi petugas kesehatan tentang gizi anak balita secara berkelanjutan untuk semua pengunjung yang datang ke puskesmas.

HUBUNGAN ANTARA USIA MENARCHE DAN RIWAYAT NYERI HAID KELUARGA TERHADAP NYERI HAID PADA SISWI SMA ARINDA PALEMBANG TAHUN 2006

KARYA TULIS ILMIAH

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN PALEMBANG
JURUSAN KEBIDANAN
Kata kunci : nyeri haid, Usia Menarche,vriwayat Nyeri Haid Keluarga
ABSTRAK
Nyeri haid adalah suatu gejala dan bukan merupakan suatu penyakit. Nyeri haid biasanya bersifat subjektif dan intensitasnya sukar dinilai, patogenesisnya belum bisa dipecahkan dengan memuaskan. Angka kejadian nyeri haid di Indonesia didapatkan angka sebesar 55% perempuan usia produktif menderita nyeri haid. Di kota Palembang sendiri pada tahun 2004 sebesar 64,3% dan pada tahun 2005 sebesar 77,7% kendati demikian di Indonesia saat ini hanya 1-2% dari wanita yang mengalami nyeri haid yang memeriksakan diri ke dokter, sehingga sulit untuk mengetahui patogenesisnya yang jelas. Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara usia menarche dan riwayat nyeri haid keluarga terhadap nyeri haid pada siswi SMA Arinda Palembang tahun 2006.
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara usia menarce dan riwayat nyeri haid keluarga terhadap nyeri haid pada siswi SMA Arinda Palembang tahun 2006.
Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilakukan pada siswi SMA Arinda Palembang dengan pengambilan sampel secara purposive samplling, dimana unit populasi yang diteliti dengan kriteria usia menarche ≤13 tahun. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan angka kejadian nyeri haid pada siswi SMA Arinda Palembang adalah 98,5%. Usia menarche yang <11 tahun sebanyak 2% dan yang terdapat riwayat nyeri haid keluarga sebesar 75%. Berdasarkan uji chi-square, hubungan yang bermakna yang bermkna yang terdapat pada variabel riwayat nyeri haid keluarga.
Upaya uang dapat dilakukan ialah dengan cara meningkatkan pengetahuan responden mengenai nyeri haid sehingga akan terbentuk sebuah sikap dan perilaku yang baik dan benar dalam rangka menghadapi nyeri haid tersebut.