HUBUNGAN STATUS GIZI DAN FAKTOR KETURUNAN DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP NEGERI 16 PALEMBANG TAHUN 2008

ABSTRAK

Dewi, Armelita. 2008. Hubungan Status Gizi dan Faktor Keturunan dengan Usia Menarche pada Siswi SMP Negeri 16 Palembang Tahun 2008. KTI Palembang: Poltekkes Depkes Palembang Jurusan Kebidanan.
Pembimbing      : Yunetra Franciska,SST
Kata Kunci       : Usia Menarche, Status Gizi, Faktor Keturunan
Usia menarche cenderung bergeser semakin cepat dari waktu ke waktu, penelitian di pulau Jawa di dapatkan data pada tahun 1937 usia menarche rata-rata 14,08 tahun dan pada tahun 1996 menarche  rata-rata 13,22. Menurut Winkjosastro (2005), usia menarche itu bervariasi tetapi semakin lama usia menarche semakin cepat karena beberapa faktor (status gizi, faktor keturunan, kesehatan umum, pengetahuan seksual). Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara status gizi dan faktor keturunan dengan usia menarche pada siswi SMP 16 Palembang tahun 2008.
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui distribusi frekuensi dan faktor-faktor yang berhubungan (status gizi, faktor keturunan) dengan usia menarche pada siswi SMP N 16 Palembang tahun 2008.
Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi SMP N 16 Palembang yang berusia 11-16 tahun dan telah menstruasi pada saat penelitian dilakukan. Sampel penelitian diambil secara non- random sampling, dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 201 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan menggunakan sistem komputerisasi program SPSS 12.
Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche pada siswi SMP N 16 Palembang, dari hasil uji Chi-square didapatkan p. value 0.035 < a 0,05. Hasil analisis bivariat faktor keturunan dengan usia menarche didapatkan p. value 0.000 < a 0,05 maka terdapat hubungan antara faktor keturunan dengan usia menarche.
Dalam hal ini diharapkan para siswi dapat menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi khususnya menstruasi, serta memperhatikan asupan nutrisinya karena masih dalam masa pertumbuhan. Di harapkan penelitian ini berguna sebagai referensi, dan dapat dilakukan penelitian ulang oleh para peneliti selanjutnya.
berikut analisis uni-bivariatnya dengan menggunakan spss12
ANALISA UNI-BIVARIATNYA

uterus

Advertisements

HUBUNGAN ANTARA USIA MENARCHE DAN RIWAYAT NYERI HAID KELUARGA TERHADAP NYERI HAID PADA SISWI SMA ARINDA PALEMBANG TAHUN 2006

KARYA TULIS ILMIAH

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN PALEMBANG
JURUSAN KEBIDANAN
Kata kunci : nyeri haid, Usia Menarche,vriwayat Nyeri Haid Keluarga
ABSTRAK
Nyeri haid adalah suatu gejala dan bukan merupakan suatu penyakit. Nyeri haid biasanya bersifat subjektif dan intensitasnya sukar dinilai, patogenesisnya belum bisa dipecahkan dengan memuaskan. Angka kejadian nyeri haid di Indonesia didapatkan angka sebesar 55% perempuan usia produktif menderita nyeri haid. Di kota Palembang sendiri pada tahun 2004 sebesar 64,3% dan pada tahun 2005 sebesar 77,7% kendati demikian di Indonesia saat ini hanya 1-2% dari wanita yang mengalami nyeri haid yang memeriksakan diri ke dokter, sehingga sulit untuk mengetahui patogenesisnya yang jelas. Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara usia menarche dan riwayat nyeri haid keluarga terhadap nyeri haid pada siswi SMA Arinda Palembang tahun 2006.
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara usia menarce dan riwayat nyeri haid keluarga terhadap nyeri haid pada siswi SMA Arinda Palembang tahun 2006.
Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilakukan pada siswi SMA Arinda Palembang dengan pengambilan sampel secara purposive samplling, dimana unit populasi yang diteliti dengan kriteria usia menarche ≤13 tahun. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan angka kejadian nyeri haid pada siswi SMA Arinda Palembang adalah 98,5%. Usia menarche yang <11 tahun sebanyak 2% dan yang terdapat riwayat nyeri haid keluarga sebesar 75%. Berdasarkan uji chi-square, hubungan yang bermakna yang bermkna yang terdapat pada variabel riwayat nyeri haid keluarga.
Upaya uang dapat dilakukan ialah dengan cara meningkatkan pengetahuan responden mengenai nyeri haid sehingga akan terbentuk sebuah sikap dan perilaku yang baik dan benar dalam rangka menghadapi nyeri haid tersebut.