SALMAN AL-FARIS R.A


SALMAN AL-FARIS R.A

Created by: Syihab

Kamis, 7 Muharram 1423/ 21 Maret 2002

Kelahiran dan pertumbuhannya:

Salman Al-Farisi r.a. lahir di suatu desa bernama Jiyan di wilayah kota Aspahan – Iran, yaituantara kota Teheran dengan Syiraz. Setelah Salman r.a. mendengar kebangkitan Rasulullah saw. dia langsung berangkat meninggalkan Persia mencari Nabi saw. untuk menyatakankeislamannya.

Dalam suatu kisah, Salman menceritakan otobiografinya sbb. ‘Saya adalah anak muda Persiayang berasal dari suatu desa di kota Aspahan yang bernama Jiyan.

Ayah saya adalah kepala desa dan orang terkaya serta terhormat di desa itu. Dari sejaklahir, saya adalah orang yang paling disayanginya, kasih sayangnya kepada saya semakin harisemakin kental, sehingga saya di kurung di rumah bagaikan gadis pingitan.Saya termasuk orang yang takwa dalam agama majusi, sehingga saya merasakan nilai api yangkami sembah itu dan saya diberi tanggungjawab menyalakannya, jangan sampai padamsepanjang hari dan sepanjang malam.

Ayah saya mempunyai ladang yang luas yang memberi kami penghidupan yang cukup. Ayahsaya selalu mengurusi dan memanennya sendiri.

Di suatu hari, dia tidak bisa pergi ke ladang, lalu dia mengatakan kepada saya, ‘Anakku! Ayahsibuk dan tidak bisa pergi ke ladang hari ini, sebab itu pergilah urusi ladang tersebutmenggantikan Ayah.’ Lalu saya berangkat menuju ladang kami.

Di tengah perjalanan, saya melewati sebuah gereja Kristen dan mendengar suara merekayang sedang beribadah di dalam. Hal itu menarik perhatian saya karena saya tidak pernahtahu sedikitpun tentang agama Kristen dan agama lainnya, karena sepanjang usia saya selalu dipingit di dalam rumah oleh orang tua saya. Setelah mendengar suara itu, saya masuk inginmengetahui secara dekat apa yang sedang mereka lakukan.Setelah saya memperhatiakan apa yang mereka kerjakan, saya merasa tertarik dengan caramereka beribadah, malah saya tertarik dengan agama mereka. Saya mengatakan dalam hatisaya, ‘Sungguh agama mereka ini lebih baik dari agama kami.’

Saya tidak keluar dari gereja tersebut sampai matahari terbenam sehingga saya tidak jadipergi ke ladang kami. Saya menayakan kepada mereka, ‘Dari mana asal agama ini?’ Merekamenjawab, ‘Dari daerah Syam.’

Setelah malam menjelang, saya pulang ke rumah. Ayah saya langsung menanyakan kepada sayaapa yang telah saya lakukan. Saya menjawab, ‘Hai Ayahku! Saya melewati sekelompok orangyang sedang beribadah di dalam gereja, lalu saya tertarik dengan cara mereka beribadah.

Saya berada bersama mereka sampai matahari terbenam.’ Ayah saya langsung marahmendengar tindakan saya dan dia mengatakan,’Hai anakku! Agama mereka itu tidak baik, agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baikdari agama itu.’

Saya menjawab, ‘Tidak ayah! Agama mereka lebih baik dari agama kita.’ Dari perkataan sayaitu, syah saya takut kalau-kalau saya akan murtad, lalu dia mengurung saya di rumah denganmengekang kaki saya.’

Berangkat ke negeri Syam:

Ketika saya mendapat kesempatan, saya mengirim pesan kepada kaum Kristen itu. Sayamengatakan,’Bila ada rombongan yang akan berangkat ke negeri Syam, tolong saya diberitahu.’ Ternyata tidak berapa lama ada satu rombongan yang akan berangkat ke negeri Syam.

Mereka pun langsung memberitahukannya kepada saya. Saya berusaha membuka kekang kakisaya dan saya berhasil membukanya. Saya berangkat bersama mereka secara sembunyi danakhirnya kami sampai di negeri Syam. Setibanya di negeri Syam, saya mengatakan, ‘Siapaorang nomor satu dalam agama ini?’ Mereka menjawab, ‘Uskup pengasuh gereja.’

Saya mendatanginya dan mengatakan kepadanya, ‘Saya tertarik dengan agama Kristen ini dan saya ingin mengikuti dan membantumu sekaligus belajar dari kamu dan beribadah bersamakamu.’ Dia menjawab, ‘Silakan masuk!’ Saya pun masuk dan menjadi pembantunya.

Belum berlangsung lama, saya menilai bahwa orang tersebut adalah orang jahat, dia menyuruhpengikutnya untuk berderma dan mengiming-imingi mereka dengan pahala yang sangat besar.

Setelah mereka memberikannya dengan niat fi sabilillah, ternyata dia monopoli untuk dirinyasendiri, tidak diberikan kepada fakir miskin sedikitpun. Dia berhasil mengumpulkan sebanyaktujuh karung emas. Melihat keadaan itu, saya menaruh kebencian yang luar biasaterhadapnya.

Ketika dia meninggal, kaum Kristen berkumpul untuk menguburkannya, ketika itu sayamengatakan kepada mereka, ‘Sesungguhnya teman kamu ini adalah orang jahat, dia menyuruhkamu bersedekah dan mengiming-imingkan pahala besar, setelah kalian kumpulkan, diamonopoli untuk dirinya sendiri, dia tidak berikan sedikitpun kepada fakir miskin.’ Merekamenjawab, ‘Dari mana kamu tahu?’ Saya menjawab, ‘Mari saya tunjukkan kepada kamu sekarang juga tempat penyimpanan harta itu’ Mereka mengatakan, ‘Ayo tunjukkan kepadakami tempatnya.’

Saya pun menunjukkannya dan mereka menemukan tujuh karung emas dan perak. Setelahmereka melihat secara langsung, mereka mengatakan, ‘Demi Allah kita tidak akanmenguburkannya, kita harus menyalib dan melemparinya dengan batu.’

Tidak lama kemudian mereka mengangkat orang lain sebagai penggantinya, lalu sayamengikutinya. Sungguh saya belum pernah mendapatkan orang yang paling zuhud danmengharap akhirat melebihi orang itu. Ibadahnya yang berlangsung siang malam membuatsaya mnyenanginya, lalu saya hidup bersama dia beberapa tahun. Ketika menjelang wafatnya,saya mengatakan kepadanya, ‘Ya Polan! Kepada siapa engkau pesankan saya dan dengan siapasaya akan hidup sepeninggal kamu?’Dia menjawab, ‘Ya anakku! Terus terang saya tidak melihat ada orang yang tingkatkeagamaannya seperti kita, kecuali satu orang di kota Musol yang bernama Polan. Dia tidakmerubah-rubah dan mengganti-ganti ayat Allah. Oleh sebab itu carilah orang itu.’

Sepeninggal teman saya itu, saya pergi menyusul orang tersebut ke kota Musol. Setibanya dirumah beliau saya menceritakan kisah saya dan mengatakan kepadanya, ‘Ketika si Polanhendak meninggal dunia dia memesankan kepada saya untuk menyusul kamu, diamemberitahukan kepada saya bahwa kamu berpegang kuat dengan kebenaran. Dia mengatakankepada saya, kalau begitu, tinggallah bersama saya. Saya pun tinggal bersama beliau, danmemang betul dia adalah orang baik.

Tidak lama kemudian, diapun menemui ajalnya. Ketika hendak meninggal saya bertanyakepadanya, ‘Ya Polan! Janji Tuhan sudah dekat kepada Anda, Anda tahu kondisi sayasebenarnya, oleh sebab itu kepada siapa Anda memesankan saya dan siapa yang harus sayaikuti?’Dia menjawab, ‘Hai anakku! Terus terang saya tidak melihat ada orang yang tingkatkeagamaannya seperti kita kecuali seorang di Nasibin yang bernama Polan, susullah dia kesana’ Setelah orang itu bersemayam di liang lahad, saya berangkat ke Nasibin mencari orangyang disebutkan itu. Saya menceritakan kepadanya kisah saya dan pesan teman sayasebelumnya. Dia mengatakan, ‘Tinggallah bersama saya.

Saya pun tinggal bersama dia dan ternyata memang dia adalah orang baik seperti dua orangteman saya sebelumnya. Akan tetapi tidak lama kemudian dia pun menemui ajalnya. Ketikamenjelang maut, saya bertanya kepadanya, ‘Engkau telah mengetahui kondisi sayasebenarnya. Oleh sebab itu kepada siapa engkau memesankan saya?’Dia menjawab, ‘Ya anakku! Terus terang saya tidak menemukan ada orang yang tingkatkeagamaannya seperti kita kecuali seorang di kota Amuriah yang bernama Polan, carilahorang itu.’ Saya pun mencarinya dan saya menceritakan kisah saya kepadanya. Dia menjawab,’Tinggallah bersama saya.’ Saya pun tinggal bersama dia. Ternyata memang dia orang baikseperti yang dikatakan orang sebelumnya. Selama saya tinggal bersama dia saya berhasilmendapatkan beberapa ekor sapi dan harta kekayaan lainnya.

Pendeta Kristen memesan Salman mengikuti Nabi:

Kemudian orang tersebut pun menemui ajalnya seperti yang sebelumnya. Ketika menjelangkematiannya, saya mengatakan kepadanya, ‘Anda mengetahui kondisi saya sebenarnya, olehsebab itu kepada siapa engkau akan pesankan saya atau apa pesan Anda untuk saya lakukan?’Dia menjawab, ‘Hai anakku! Terus terang saya tidak menemukan seorang-pun di muka bumi iniyang masih berpegang dengan agama kita, namun waktunya sudah tiba, seorang nabi yang akanmembawa agama Nabi Ibrahim akan muncul di tanah Arab, dia akan hijrah dari tanah tumpahdarahnya ke daerah yang penuh dengan pohon kurma di antara dua gunung, dia mempunyaitanda kenabian yang sangat jelas, dia mau memakan hadiah tapi tidak mau memakan sedekah,di antara bahunya terdapat cap kenabian. Jika Anda bisa menyusul ke negeri itu, silakan.’

Tidak lama kemudian dia pun meninggal dunia, saya pun tinggal di kota Amuriah untukbeberapa waktu.Datang ke jazirah Arabia:Ketika rombongan pedagang dari Suku Kalb -Arab- lintas di Amuriah, saya berkata kepadamereka, ‘Jika kalian sanggup membawa saya ke tanah Arab, saya berikan kepada kalian sapidan harta kekayaan saya ini.’ Mereka menjawab, ‘Ya, kami sanggup membawa kamu.’ Saya punmemberikan sapidan kekayaan saya tersebut kepada mereka dan mereka pun membawa saya.

Ketika saya sampai di Wadil qura, mereka menipu saya dan menjual saya kepada kepadaseorang yahudi dan memperlakukan saya sebagai hambanya. Suatu ketika, saudaranya darisuku Quraizah datang menemuinya, lalu dia membeli dan membawa saya pergi ke Yasrib(Madinah). Di sana saya melihat pohon kurma yang disebut oleh teman saya yang di Amuria,dari diskripsi yang disampaikan teman saya itu, saya tahu persis bahwa inilah kota yangdimaksudkan itu. Saya pun tinggal brsama tuan saya di kota itu.

Ketika itu Nabi saw.sudah mulai mengajak kaumnya di Mekah untuk masuk Islam, namun sayatidak mendengar apa-apa dari kegiatan Nabi itu karena kesibukan saya sehari-hari sebagaibudak.

Memeluk Islam:

Tidak berapa lama, Rasulullah saw. pun hijrah ke Yasrib. Demi Allah ketika saya berada diatas sebatang pohon kurma milik tuan saya, sedang memberesi kurma itu, sedangkan tuansaya duduk dibawah, seorang saudaranya datang dan mengatakan kepadanya, ‘Celaka besaratas bani Qilah, mereka sekarang sedang berkumpul di Kuba, menunggu seorang yangmengklaim dirinya sebagai seorang nabi akan datang hari ini.’

Setelah saya mendengar pembicaraan mereka itu, saya langsung merinding kayak demam,saya gemetar, sehingga saya khawatir akan jatuh ke tuan saya. Saya segera turun dari pohonkurma tersebut lalu mengatakan kepada tamu itu, ‘Apa tadi yang Anda katakan? Tolongulangi katakan kepada saya!’ Tuan saya langsung marah dan memukul saya sekuat-kuatnya lalumengatakan,’Urusan apa kamu dengan berita itu? Kembali teruskan pekerjaanmu!’Di sore harinya, saya mengambil sedikit kurma yang telah saya kumpulkan sebelumnya, lalusaya berangkat ke tempat Nabi tinggal.

Ketika itu saya mengatakan kepada Rasulullah, ‘Sayamendengar bahwa Anda adalah orang saleh, datang bersama teman-teman dari kejauhan memerlukan sesuatu. Di tangan saya ada sedikit sedekah, nampaknya kamu lebih pantasmenerimanya.’

Lalu saya dekatkan kurma itu kepada mereka. Rasulullah saw. mengatakan kepada paraSahabat, ‘Makanlah’ sedangkan dia sendiri tidak memakannya. Saya mengatakan dalam hatisaya, ‘Ini dia satu tanda kenabiannya.’

Kemudian saya kembali ke rumah dan mengambil beberapa buah kurma, ketika Nabi saw.berangkat dari Quba ke Madinah, saya mendatanginya dan mengatakan kepadanya,’Tampaknya Anda tidak memakan sedekah, ini ada sedikit hadiah saya bawa sebagaipenghormatan kepada Anda.’

Rasululullah pun memakannya dan menyuruh sahabat untuk ikut memakannya, lalu merekamakan bersama-sama.D

alam hati saya berkata, ‘Ini dia tanda kenabian kedua’

Ketika Nabi berada di Baqi Gargad, ingin menguburkan seorang sahabat, saya mendatangibeliau dan melihat beliau sedang duduk memakai dua selendang. Saya mengucapkan salamkepadanya, kemudian saya berjalan berputar sekeliling beliau untuk melihat punggungnya,barang kali saja saya dapat melihat cap seperti yang dikatakan oleh teman saya di Amuriah.

Setelah Nabi melihat bahwa saya memperhatikan punggung beliau, dia mengerti tujuan saya,lalu dia mengangkat selendangnya, ketika itu saya melihat ada cap, lalu saya yakin bahwaitulah cap kenabian, lalu saya memeluk dan mencium beliau sambil menangis.

Melihat hal itu Rasulullah saw. bertanya, ‘Apa gerangan yang terjadi pada kamu?’ Saya punmenceritakan kisah saya dan beliau sangat kagum dan beliau menginginkan agar sayaperdengarkan kepada para sabahat, lalu saya memperdengarkannya. Mereka semua kagumdan gembira yang tiada taranya.

Salman masuk Islam dan dimerdekakan, seterusnya menjadi seorang sahabat yang sangatmulia. Dia sempat menjabat gubernur di zaman khulafaur Rasyidun di beberapa negeri.Mudah-mudahan Allah meridai beliau.

Biografinya:

Dalam satu riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah meletakkan tangannya di atas Salman, lalu bersabda, ‘Seandainya iman berada nun jauh di planet Tata surya, pasti akan dicapai oleh orang-orang mereka ini.’ sambil beliau menunjuk kepada Salman r.a.

Sumber: alislam (Abu Saifulhaq)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s