CAIRAN TUBUH


CAIRAN TUBUH

Suhu roduksi energi, pH cairan, kadar garam, air, dan zat gizi semua harus dikendalikan untuk menjaga agar lingkungan dalam sel tubuh dapat berkerja dengan efisiensi tinggi. Mempertahankan homeostasis adalah proses dinamis yang melibatkan antaraksi. Organ dan sistem organ berkerja sama terus menerus menyesuaikan ketidak seimbangan yang terjadi dan kerusakan satu bagian dalam sistem kerjasama ini menyebabkan sakit parah atau kematian.
Rata –rata tubuh orang dewasa mengandung 421 atau 42 kg air. Air sebanyak itu terbagi kedalam 3 komponen didalam tubuh. Sebagian besar, sekitar 281 berada didalam sel, sekitar 111 mengisi ruang antara sel dan jaringan yaitu cairan antar sel atau sitoplasma. Sebagian dari air sisa yang 31 ada dalam bagian cair dari darah.
Darah membawa hormon yang membantu mengkoordinasi kegiatan pada berbagai organ tubuh. Antibodi dan sel yang melawan infeksi juga merupakan komponen penting dari darah. Didalam darah terdapat sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih ( leukosit ) dan trombosit. Erosit membawa oksigen kejaringan dan membuang karbon dioksida. Leukosit memerangi bakteri dengan menelan dan mencernanya. Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah.
Plasma adalah darah tak beku jika insur penukarannya telah terpisah. Plasma mengandung zat pembeku dan protein lain, serta berbagai garam dan glukosa. Cairan yang berwarna kuning yang terpisah dari bekuan disebut serum. Protein plasma adalah fibrinogen, albumin, globulin dan lipoprotein. Sebagaimana telah diketahui fibrinogen penting sekali untuk pembekuan. Albumin membantu mempertahankan volume plasma dengan meningkatkan tekanan osmosis darah. Globulin gamma adalah protein anti body.
Tubuh kita dapat berfungsi dengan benar jika kisaran pH berbagai cairannya tidak lebar. Untuk mempertahankan agr cairan berada pada pH yang diinginkan tubuh kita memiliki sistem penyangga. Tiga sistem penyangga yang tidak saling bergantung ini menjaga pH normal darah di antara 7,35 dan 7,45 dengan nilai normal rata-rata 7,40. asidosis adalah setiap geseran pH darah kebawah nilai normal, alkalosis adalah geseran pH  diatas nilai normal.
Jantung, pembuluh darah, dan jaringan limfatik menyusun organ utama dalam sistem peredaran darah. Jantung memompa darah pembawa oksigen dari paru-paru melalui pembuluh darah besar yaitu nadi. Sistem limfatik terdiri dari limfatik, timus, limfa dan simpul limfa. Limfatik adalah pembuluh yang dilalui untuk mengalirkan cairan antara sel ke aliran darah. Limfe adalah cairan yang memasuki limfatik berukuran kapiler kecil, mengalir ke limfatik yang lebih besar dan bermuara dialiran darah pada duktus rongga dada. Timus dan limfa menyimpan limposit yaitu penghasil antibody. Simpul limfe bertindak sebagai penapis simpul limfe, limfosit mulai memproduksi antibody untuk menyerang bakteri tersebut.
Pengangkutan oksigen kejaringan dimulai ketika udara yang dihirup ke paru-paru terjebak dalam alveolus yaitu kelompok kantong menyerupai buah anggur yang berfungsi untuk menyerap oksigen. Lima langkah dasar, sel darah merah menukarkan karbon dioksida dengan oksigen dalam paru-paru:
  • Tekanan oksigen dalam alveolus lebih tinggi dibanding dalam sel darah merah. Karena itu, oksigen dari alveolus berdifusi melalui dinding kapiler ke sel merah.
  • Kosentrasi proton dalam sel darh merah adalah rendah. Kosentrasi proton yang rendah menguntungkan reaksi antara hemoglobin berproton dengan oksigen yakni reaksi melepas proton.
  • Proton yang dilepaskan oleh hemoglobin pada saat diberi oksigen, bereaksi dengan ion bikarbonat membentuk asam karbonat.
  • Enzim dalam sel darah merah yaitu karbon anhidrase, memecahkan asam karbonat menjadi air dan karbon dioksida.
  • karena tekanan karbon dioksida tinggi dalam sel merah tetapi rendah dalam alveolus, molekul karbon dioksida berdifusi keluar dari sel merah ke paru-paru.
Sel darah merah beroksigen dibawa oleh aliran darah kapiler jaringan aktif. Tujuh tahap sel darah merah menukar oksigen dengan karbon dioksida pada jaringan:
  • Sel jaringan mengunakan oksigen untuk menghasilkan asam dan karbon dioksida dari senyawa karbon.
  • Tingginya kosentrasi proton menyebabkan adisi proton pada oksihemoglobin.
  • Oksigen yang dilepaskan berfusi melalui membran sel darah merah dan dinding kapiler dan oksigen diantar ke sel jaringan.
  • Hemoglobin proton bereaksi denagan karbon dioksiada membentuk karbobinohgemoglobin
  • Sisa karbon dioksiad ayng memasuki sel darah mearh diubah menjadi asam karbonat oleh karbon anhidrase.
  • Sebagian asam karbonat mengurai menjadi proton dan ion bikarbonat.
    • Sebagian ion bikarbonat meninggalkan sel merah dan memasuki palsma untuk berperan sebagai penyangga darah.
Sistem kemih membersikan darah pada proses penyaringan selektif dalam sistem kemih membuang limbah sel lainnya dari darah. Misalnya, amonia adalah hasil ikutan proses pemecahan asam amino dalam sel. Amonia dalam kadar tinggi meracuni sel manusia, dan perlu diubah menjadi urea dalam hati. Urea memasuki aliran darah, beredar sampai molekul ini mencapai ginjal, kemudian dibuang melalui kemih.
Bagian-bagian sistem kemih antara lain : sepasang ginjal, sebuah kandung kemih, dan saluran uretra menyusun sistem kemih seperti. Setiap ginjal mengandung sekitar sejuta nefron, setiap nefron membentuk sistem peredaran sendiri. Penyaringan dan penyerapan ulang darah memasuki glomerulus mengalami tekanan yang besar. Karena dinding kapiler dari glomerulus sangat tipis, air yang mengandung semua garam, gula, asam amino dan molekul lainnya yang ada dalam plasma darah dipaksa keluar melalui pori-pori.
Air dan zat lain yang dibutuhkan tubuh diserap ulang kedalam kapiler yang mengelilingi nefron. Pada saat cairan disaring melalui tubula proksimal dari nefron, sekitar 80 % air yang semula dibuang dikembalikan ke aliran darah. Pada orang dewasa noramal, ambang gula ginjal biasanya dikatakan terlampui apabila kadar gula darah meningkat diatas 140 sampai 170 mg glukosa per 100 ml darah. Kadar garam dalam darah juga dikendalikan oleh ginjal. Sekitar 75 g natrium klorida diserap ulang oleh ginjal setiap hari, dan sebagian dibuang dalam kemih. Sekitar 500 g natrium bikarbonat memasuki ginjal setiap hari tetapi hanya beberapa gram dibuang.
Harus ada cara untuk tubuh membersikan darah dari limbah dan mengendalikan agar pH darah disekitar 7,4 ( mencegah alkalosis dan asidosis ). Sistem pernapasan dan ginjal melakukan tugas itu. Kelebihan netron dinetralkan melalui penggabungan dengan ion bikarbonat ( HCO3 ) membentuk asam karbonat ( H2CO3 ). Enzim karbonat anhidrase memecah asam karbonat menjadi karbon dioksida dan air yaitu limbah tak beracun yang netral yang mudah dibuang boleh ginjal itu. Jika jumlah ion bokarbonat rendah, baik akibat produksi proton yang berlebihan atau tambatnya asam karbonat karena napas yang dangkal timbulah asidosis. Hiverpentilasi menyebabkan alkalosis pernapasan, terlalu banyak karbon dioksida hilang karena napas yang dalam, kosentrasi asam karbonat menurun dan pH darah mnaik.
Vasopresis adalah hormon peptida yang mengendalikan kosentrasi kemih dengan cara mempengaruhi permeabilitas air pada sebagian nefron ginjal. Jika ada hormon ini nefron fermiabel untuk air mengalir kembali ke cairan antar sel yang lebih beragam akibatnya kemih berkurang dan pekat. Jika hormon ini tidak ada nefron tidak permiabel air tak dapat diserap ulang dan kemih menjadi banyak serta encer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s