HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PENDIDIKAN AKSEPTOR DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PUSKESMAS MERDEKA PALEMBANG TAHUN 2007

KARYA TULIS ILMIAH KEBIDANAN

ABSTRAK
Kata Kunci : Pemakaian AKDR, Umur, Pendidikan
Dalam konferensi kependudukan dan pembangunan dunia atau International Conference On Population and Development (ICPD) di Kairo tahun 1994 menyatakan akses terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan unsur penting dalam upaya mencapai pelayanan  kesehatan reproduksi. Kontrasepsi AKDR kurang diminati yaitu hanya 4,93% padahal AKDR termasuk salah satu MKET yang efektifitasnya mencegah kehamilan hampir 99%. Di Sumatera Selatan pemakaian AKDR hanya 4,42%, Di kota Palembang 7,66%, dan di Puskesmas Merdeka sendiri hanya terdapat 3,85%. Kecendrungan pemakaian alat kontrasepsi nonhormonal, khususnya AKDR dari tahun ketahun terus menurun, maka perlu diadakan peningkatan proporsi pemakaian AKDR. Berdasarkan data yang didapat dari berbagai sumber didapatkan bahwa akseptor KB aktif yang menggunakan AKDR masih kurang. Diketahui banyak faktor yang berhubungan sebagai latar belakang yang menentukan penerimaan alat kontrasepsi oleh masyarakat antara lain faktor umur dan pendidikan akseptor.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel Umur dan Pendidikan Akseptor dengan Pemakaian AKDR di Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2007.
Desain penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah semua ibu yang menjadi akseptor KB di Puskesmas Merdeka Palembang dari bulan Januari sampai Desember 2006 dan sampel penelitian diambil secara acak sederhana (simple random sampling) dan didapatkan sampel sebanyak 65 orang.
Hasil penelitian dari analisis univariat menunjukkan dari 65 akseptor yang memakai AKDR sebesar 10,8%, akseptor yang berumur tua 50,8%, dan responden yang berpendidikan tinggi 44,6%. Dari analisis bivariat dengan uji statistik chi square menunjukkan bahwa umur akseptor memiliki hubungan yang tidak bermakna dengan pemakaian AKDR dimana ρ value = 0,427 > dari α = 0,05. Sedangkan pendidikan akseptor memiliki hubungan yang bermakna dengan pemakaian AKDR dimana ρ value = 0,039 < dari α = 0,05.
Melalui penelitian ini diharapkan petugas kesehatan bekerja sama dengan petugas KB dapat meningkatkan penyuluhan KB dengan mengembangkan program KIE dan konseling mengenai kontrasepsi AKDR guna meningkatkan pengetahuan dan keikutsertaan akseptor KB dalam memakai AKDR dapat meningkat.
Daftar Bacaan : 24 (1998 – 2007)